Kamis, 28 Januari 2016

Throne of Glass by Sarah J. Mass [review]

Title: Throne of Glass (first of the series)
Author: Sarah J. Mass
Language: English
404 pages
First published: 2012
Genre: Fantasy
My rating: 4/5

Celaena Sardothien telah ditawan di tambang garam Endovier selama setahun berkat aktivitasnya yang malang melintang sebagai seorang Assassin paling ditakuti di Adarlan. Dia dibawa paksa oleh kapten pengawal Chaol Westfall dan diseret ke hadapan sang Putra Mahkota, Dorian Havilliard. Celaena mengira inilah akhir hidupnya, dipenggal di hadapan calon raja Adarlan. Namun diluar dugaannya, Celaena justru ditawari posisi sebagai champion pilihan Dorian, untuk mengikuti kompetisi memperebutkan gelar King's Champion. Jika dia berhasil memenangkan kompetisi, maka Celaena akan dianugerahi gelar King's Champion dan menjadi assassin yang melapor langsung kepada sang raja selama empat tahun sebelum akhirnya dia dibebaskan. Antara kebebasan yang tertunda atau kematian di Endovier, tentu Celaena lebih memilih yang pertama.

Celaena pun pergi ke istana, dilatih secara pribadi oleh sang kapten yang dingin, disponsori langsung oleh sang putra mahkota, dan berusaha mengalahkan saingan-saingannya dibawah nama samaran Lillian Gordaina, seorang pencuri berlian dari Bellhaven. Masalah mulai muncul ketika satu persatu calon King's Champion terbunuh dengan cara mengenaskan, dengan kondisi otak dan organ dalam tubuh hilang dari jasad mereka. Celaena menduga pastilah tanda aneh bernama Wyrd itu penyebabnya. Tentu saja dia harus menyelidiki masalah ini seperti tokoh utama sebuah novel yang baik, hehehee...

Sebagai buku pertama dari sebuah saga, buku ini menghadirkan pembukaan yang sangat seru dan menarik meskipun tema yang diangkat (cewek tangguh penyelamat dunia) sudah sangat klise untuk genre ini. Latar belakang Celaena sebagai Assassin juga sangat menarik dan menimbulkan banyak sekali pertanyaan. Misteri-misteri yang sedikit demi sedikit dibeberkan pun bukannya menjawab pertanyaan, namun justru berhasil membuat pembaca makin bertanya-tanya. Seolah-olah dalam novel ini berhamburan tanda tanya-tanda tanya besar untuk menggoda para pembacanya. Oh iya, bagi yang suka adegan berantem dan bunuh-bunuhan seperti saya, pasti akan suka dengan novel ini, karena, well....kompetisi untuk menjadi assassin pribadi raja, what do you expect? Adegan action seolah bertaburan di buku ini. Meski begitu, chemistry ketiga karakter utamanya sudah terlihat jelas bahkan sejak buku pertama lho... ini bukti bahwa karakter-karakternya sudah sangat kuat sejak awal, bulat sempurna. Thumbs up :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...