Kamis, 28 Januari 2016

What Is Hidden by Lauren Skidmore [review]

Title: What Is Hidden
Author: Lauren Skidmore
Language: English
265 pages
Genre: Fairytale retelling, Romance
My Rating: 4/5

Di sebuah negeri nun jauh di sana (iya, saya juga nggak tahu letaknya di mana kok) ada sebuah kerajaan bernama Venesia (ini bukan Venesia yang kota Venice itu lho ya...beda euy). Di negeri itu, semua penduduknya memakai topeng. Jika kau dari keluarga nelayan, kau memakai topeng dengan dominasi warna biru, jika kau dari keluarga seniman, warna hijaulah yang mendominasi. Lain lagi jika kau memiliki darah bangsawan, kau diperbolehkan memakai topeng berwarna ungu. Dan topeng berwarna putih hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan saja. Ditambah lagi, semakin tinggi status sosialmu, semakin tertutup topengmu....jadi, er, bisa dibayangkan kan bentuk topeng yang dipakai keluarga kerajaan? Putih cemerlang dengan hiasan kristal, berlian dan mutiara juga bulu angsa, dan menutup seluruh wajah, juga masih ditambah dengan seberkas kerudung yang menutupi mata. O-okeee.....er....

Evie merupakan gadis delapan belas tahun dari keluarga seniman pembuat topeng. Dia sering berbelanja pita dan dan renda untuk topeng-topeng bikinannya ditemani sahabat karibnya, seorang bangsawan yang down to earth namun misterius, Aiden. Evie baru saja menerima dua topeng dari istana yang rusak dan hendak diperbaikinya ketika ayahnya terbunuh pada suatu malam, topeng-toping karyanya dirampok, dan rumahnya dibakar oreh seorang pria tak dikenal, kriminal yang bisa menyamar menjadi siapa saja yang terkenal dengan sebutan Chameleon (bunglon).

Jadi bisa dibayangkan kan, di tempat dimana semua orang bertopeng, akan sangat mudah bergonta-ganti identitas. Buka dulu tooopeeengmuuu.... *nyanyi*...dan whusss....ajaib, sekarang kau sudah punya nama baru, dan pekerjaan baru. Nobody really knows what you look like. Btw, ini negeri aneh cocok kayaknya buat tempat tinggal orang-orang dengan krisis identitas parah ;p

Eniwei, lanjut ke ceritanya tadi. Terbunuhnya sang ayah dan hilangnya semua topeng membuat Evie menjadi seseorang yang tak memiliki identitas. Dia dengan putus asa melakukan apapun untuk bertahan hidup dan mencari sang Chameleon. Untunglah topeng istana yang akan direparasinya masih dipegangnya. Dan tentu saja, Evie masuk ke istana dengan topeng baru dan identitas baru sebagai seorang pelayan dapur istana, sambil terus mencari tahu keberadaan sang pembunuh ayahnya.

Novel ini sebenarnya cerita retelling Cinderella yang penuh dengan twist di sana sini. Jujur saja, bagian paling mirip Cinderella dari novel ini sebenarnya cuma adegan pesta dansa yang berakhir jam 12 malam itu. Adegan akhir novel ini sebenarnya sudah bisa ditebak dengan mudah (ya iyalah...cerita Cinderella gitu...pasti adegan gongnya pesta dansa jam 12 malam itu, wkwkwk), namun entah kenapa saya enjoy banget baca buku ini. Tahu kan, ada masa-masa saat kau sedang tidak ingin baca buku dengan plot yang berat, adegan yang bikin mikir atau sakit hati...ya, pokoknya pengen bacaan yang ringan banget, serasa makan snack. Hehe, ya, inilah buku itu. Retelling Cinderella ringan yang enak dibaca dan menurut saya sangat menghibur, ditambah chemistry dua karakter utamanya yang menurut saya dapet banget feel nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...